BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Minggu, 01 Januari 2012

IAID

INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
Institute Agama Islam Darussalam adalah perguruan tinggi agama islam yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pendidikan kepesantrenan, yaitu pondok pesantren Darussalam. Pendidikan tinggi islam yang lahir pada tanggal 1 jini 1970ini pada awalnya hanya memiliki satu fakultas, yaitu fakultas Syariah. Kemudian melalui usaha keras, saat ini telah ada dua fakultas dan satu program, yaitu Fakultas Syariah, fakultas tarbiyah (PAI dan PGMI) dan program Pascasarjana/S2( Program Studi Pendidikan Islam)
VISI MISI DAN TUJUAN
VISI
Menghasilkan akademik muslim yang memiliki ketajaman intelektual, ketangguhan iman, kepekaan nurani, dan kekuatan moral Program Pscasarjana.
MISI
*    Melaksanakan pengajaran dan pengembangan ilmu dan nilai-nilai islam
*    Memelihara tradisi keilmuan Islam dan sekaligus mendorong pembaharuan pemikiran Islam
*    Mengarahkan mahasiswa kepada pemilikan akhlak mulia, pemikiran rasional, analisis, berorientasi pada pemecahan masalah, dan berpandangan jauh ke depan
*    Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan keilmuan dan masyarakat
*    Pemberian kontribusi dalam proses pembangunan, khususnya dalam kaitan dengan upaya memperkuat landasan spiritual, moral dan etik pembangunan
*    Memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia

TUJUAN

Menghasilkan tenaga ahli dalam bidang ilmu agama islam yang kelak dapat bertindak sebagai tenaga penggerak pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengembangan ilmu Agama Islam

Meliht dari visi misi dan tujuan Institut agama islam Darussalam tersebut, saya merasa tertarik untuk menggali ilmu di Institut tersebut. Dan saya terdaftar menjadi mahasiswa pada tahun 2010 dan telah mengikuti Tamada (Ta’aruf Mahasiswa Darussalam) sebagai syarat untuk lulus diakhir nanti. Pelaksanan Tamada ini lebih banyak pengenalan tenteng IAID dan pengalaman dosen-dosen, dan lebih bermanfaat karena ilmu pengetahuan yang disampaikan, bukan Cuma pemainan, penindasan seperti yang banyak dilakukan di tempat lain.
Dan yang lebih membanggakan lagi, sejak awal berdirinya telah dipercaya pemerintah dan masyarakat untuk mendidik calon-calon sarjana-ulama-cendikia. Kepercayaan itu dibuktikan dengan jumlah ribuan alumnus yang tersebar hamper di seluruh pelosok nusantara dalam berbagai peran dan kedudukan.

Selasa, 27 Desember 2011

Kerajaan Mughal di India

Kerajaan Islam di India sebelum Pendirian Kerajaan Mugal
Sejak jaman Nabi Saw, India telah memiliki sejumlah pelabuhan sehingga terjadi interaksi antara India dengan Nabi Saw. Oleh karena itu, dagang dan dakwah menyatu dalam kegiatan sehingga raga Kadangalur, cheraman Perumal, memeluk agama islam dan mengganti namanya menjadi Taddin, dan ia sempat bertemu dengan Nabi Saw. Pada zaman Umar Ibn Khathad, Mugirah berusaha menaklukan Sind, tapi usahanya gagal (643-644 M). Pada zaman usman ibnu Affan dan Ali bin Abi Thalib, dikirim utusan untuk mempelajari adat-istiadat dan jalan- jalan menuju India.
Pada zaman Muawiyah I, Muhammad Ibnu Qasim Berhasil menaklukan dan diangkat menjadi amir Sind dan Punjab. Kepempinan di Sind dan Punjab dipegang Muhammad Ibn Qasim setelah ia berhasil memadamkan perampokan- perampokan terhadap umat Islam di sana. Karena pertikaian internal (antara Hajjaj dan Sulaiman), dinasti ini melemah; dan ketika dalam keadaan lemah, dinasti ini ditaklukan oleh Gazni.
Pada zaman al-Ma’mun (khalifah dinasti bani Abbas), diangkat sejumlah amir untuk memimpin daerah- daerah.
Dinasti Samani (874-999M) mengangkat Alptigin menjadi amir di khurasan. Alptigin kemudian diganti oleh anaknya, Ishak, Ishak dikudeta oleh Balktigin; Balktigin diganti oleh Firri; dan Firri dijatuhkan oleh Subuktigin menguasai Gazna dan kemudian mendirikan dinasti Gazwari (963- 1191M).
Dinasti Gazwari ditaklukan oleh dinasti Guri (1191 M). Setelah meninggal, Muhammad Gurri diganti oleh panglimanya, Qutbhudin Aibek (karena Muhammad Gurri tidak memiliki anak laki- laki). Qutbhudin Aibek, budak yang sudah dibebaskan oleh Muhammad Gurri- menjadi sultan sejak tahun 1206 M. Sejak itu berdirilah kesultanan Delli, yang terdiri atas:
a.    Dinasti Mamluk di Delli (1206- 1290 M)
b.    Dinasti Khalji (1290- 1320 M)
c.    Dinasti Tugluk (1320- 1414M)
d.   Dinasti Sayyed (1414- 1451M)
e.    Dinasti Lodi (1451- 1526 M)

Pendirian Kerajaan Mugal

Ibrahim Lodi yang merupakan cucu sultan Lodi, sultan Delhi terakhir, memenjarakan sejumlah bangsawan yang menentangnya. Hal itu menyebabkan pertempuran antara Ibrahim Lodi dengan Zahirudin Babur (cucu Timur Lenk) di Panipazh (1526 M). Ibrahim Lodi terbunuh dan kekuasaannya berpindah ke tangan Babur, sejak itulah berdiri Dinasti Mughal di India, dan Delhi dijadikan ibu kota.
Setelah kerajaan Mughal berdiri, raja- raja Hindu di seluruh India menyusun angkatan perang untuk menyerang Babur. Namun, pasukan hindu ini dapat dikalahkan Babur. Pada tahun 1530 M, Babur meninggal dunia dalam usia 48 tahun setelah memerintah selama 30 tahun, dengan meninggalkan kejayaan- kejayaan yang cemerlang.pemerintah selanjutnya dipegang oleh anaknya, Nashirudin Humayun.
Humayun, dalam melaksanakan pemerintahan banyak menghadapi tantangan. Sepanjang masa kekayaannya selama sembilan tahun (1530- 1539 M) negara tidak pernah aman. Diantara tantangan yang muncul adalah perontakan Bahadur Syah penguasa gujarat yang memisahkan diri dari Delhi. Pada tahun 1556 M, ia meninggal dunia karena terjatuh dari tangga perpustakaannya, Din Panah. Kemudian pemeritahan digantikan oleh anaknya, Akbar Khan.
Pada saat itu, Akbar Khan masih berusia 14 tahun, maka urusan kerajaan diserahkan kepada Bairam Khan, Seorang Syi’i. Pada masa Akbar inilah Kerajaan Mughal mencapai masa keemasannya. Diawal pemerintahannya, Akbar menghadapi pemberontakan sisa-sisa keturunan Sher Khan Shah yang masih berkuasa di Punjab.
Setelah Akbar dewasa ia berusaha menyingkirkan bairam Khan yang sudah mempunyai pengaruh sangat kuat dan terlampau memaksakan kepentingan aliran Syi’ah. Bairam Khan memberontah, tetapi dapat dikalahkan oleh Akbar di Jullandur tahun 1561 M. Setelah persoalan-persoalan dalam negeri dapat di atasi, Akbar menyusun program ekspansi. Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kalinjar, Gujarat, Surat, Bihal, Bengal, Kashmir, Orissa, Decan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan Asirgah. Wilayah yang sangat luas itu diperintah dalam suatu pemerintahan militeristik.
Dalam pemerintahan militeristik tersebut, sultan adalah penguasa diktator, pemerintah daerah dipegang oleh seorang kepala komandan (sipah salar), sedangkan pemerintah sub-daerah dipegang oleh komandan (faujdar). Jabatan- jabatan sipil juga diberi jenjang kepangkatan yang bercorak kemiliteran. Pejabat itu memang diharuskan mengikuti latihan kemiliteran.
Akbar juga menerapkan sistem politik Sulh e-kul (toleransi universal), yaitu pandangan yang menyatakan bahwa derajat semua penduduk adalah sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama. Dan Akbar juga mendirikan Mansabdhari (lembaga pelayanan umum yang berkewajiban menyiapkan segala urusan kerajaan, termasuk menyiapkan sejumlah pasukan).
 Setelah meninggal, Akbar diganti oleh anaknya, Jahangir (1605- 1627 M). Jahangir dijatuhkan oleh anaknya, Shah Jehan (1627- 1658 M). Shah Jehan ditangkap oleh anaknya, Aurangzeb dan dipenjarakan di bawah tanah. Akhirnya terjadi perang saudara antara Aurangzeb dengan kakak tertuanya, Dara. Namun, Dara dapat dikalahkan. Dengan demikian, aurangzeb menjadi sultan Mughal (1658- 1707 M) dengan gelar Alamgir Padshah Ghazi.
Diantara kebijakan Aurangzeb adalah :
a.    Melarang adanya perjudian minuman keras, pelacuran, dan narkotika (1659 M)
b.    Melarang praktek Sati, praktek sati adalah praktek pembakaran diri seorang janda karena   ditinggal mati oleh suaminya
c.    Memprakarsai perusakan kuil-kuil Hindu,dan
d.   Memprakarsai kodifikasi hukum islam yang produknya kemudian disebut al-Falawa Alamgir (al-Falawa Alamgiriyah; al- Falawa al- Hindiyat).
Setelah meninggal, Aurangzeb diganti oleh sultan yang lemah- lemah. Sultan- Sultang Mughal setelah Aurangzeb adalah :
a.    Bahdur Syah (1707- 1712 M)
b.    Azimus Syah (1712 M)
c.    Tihandar Syah (1713 M)
d.   Farukh Syiyar (1713- 1719 M)
e.    Muhammad Syah (1719- 1748 M)
f.     Ahmad Syah (1748- 1754 M)
g.    Alamgir II (1754- 1759 M)
h.    Sah Alam (1761- 1806 M)

Kemajuan- kemajuan yang dicapai

Bidang Ekonomi

Kerajaan Mughal dapat mengembangkan program pertannian, pertambangan, dan perdagangan. Akan tetapi, sumber keuangan negara lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian. Hasil prtanian kerajaan Mughal yang terpenting ketika itu adalah biji- bijian, padi, kacang, tebu, sayur- sayuran, rempah- rempah, tembakau, kapas, nila, dan bahan-bahan celupan.
Disamping itu untuk kabutuhan dalam negeri, hasil pertanian itu diekspor ke eropa, Afrika, Abaria, dan Asia Tenggara bersamaan dengan hasil kerajinan, seperti pakaian tenun, kain tipis bahan gordyn yang banyak di produksi di Gujarat dan Bengal. Untuk menningkatkan produksi, Jehangir mengizinkan Inggris (1611 M) dan Belanda (1617 M) mendirikan pabrik pengolahan hasil pertanian di Surat.

Bidang Seni dan Budaya
Karya senni yang menonjol adalah satra gubahan penyair istana, baik yang berbangsa Persia maupun berbangsa India. Penyair india yang terkenal adalah Malik Muhammad Jayazi, seorang sastrawan sufi yang menghasilkan karya besar berjudul Padmavat, sebuah karya alegoris yang mengndung pesan kebajikan jiwa manusia. Pada masa Aurangzeb, muncul seorang sejarawan bernama abu Fadl dengan karyanya Akhbar Nama dan Aini Akhbari , yang memaparkan sejarah kerajaan Mughal berdasarkan figur pemimpinnya.
Karya seni terbesar yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya- karya arsitektur yang indah dan mengagumkan. Pada masa Akbar dibangun istana Fatfur Sikri di Sikri, vila, dan masjid- masjid yang indah. Pada masa Syah Jehan, dibangun masjid berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, Masjid Raya Delhi dan Istana indah di Larohe.


curahan hati

Kemanakah cinta ku cari
Jika harap tak memberi kepastian
Jika hasrat hanya berakhir air mata

Kemanakah cinta ku cari
Berkelana di gurun tandus
Menyelam ke dasar samudra
Yang kutemui hanyalah diriku seorang

Perlukah cinta dipertanyakan
Ketika ia hadir di hadapanmu
Masihkan kau berusaha mengingkari
Tak bisakah hanya diam merasakan
Karena bukankah cinta bicara dengan sejuta makna
Meski tanpa kata-kata....